Van Gaal Sedih Disebut Di Maria Pelatih Terburuk

Perang urat saraf terjadi antara Louis Van Gaal dengan Angel Di Maria jelang laga Belanda vs Argentina di perempat final Piala Dunia 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Perang urat saraf terjadi antara Louis Van Gaal dengan Angel Di Maria jelang laga perempat final Piala Dunia 2022 yang mempertemukan Belanda dan Argentina.

Awalnya, Di Maria menceritakan kembali tentang kenangan buruknya saat dilatih Van Gaal di Manchester United. Karier Di Maria di Old Trafford memang berlangsung singkat akibat konflik dengan Van Gaal.

Winger Argentina itu sebenarnya sudah berulangkali meluapkan kekesalannya kepada Van Gaal dalam beberapa kesempatan wawancara di media.

“Masalah saya di Manchester United adalah pelatih. Van Gaal adalah pelatih terburuk dalam karier saya. Saya bisa mencetak gol maupun membuat assist, dan keesokan harinya dia memindahkan posisi saya. Dia memindahkan saya dari satu ke hari lain, seolah dia tidak suka pemain lebih besar dari dirinya,” kata Di Maria dikutip Sport Bible.

Merespons hal itu, Van Gaal mengatakan bahwa Di Maria merupakan salah satu dari sedikit pemain yang mengatakan bahwa dirinya adalah pelatih terburuk.

Van Gaal mengaku sedih mendengar pernyataan Di Maria itu. Menurutnya, penyerang Belanda Memphis Depay juga pernah mengalami hal tersebut.

Namun, menurutnya, Depay kini harus bekerja sama dengan dirinya kembali di Timnas Belanda, meskipun hal tersebut bukan keinginan Depay.

“[Angel] Di Maria menyebut saya manajer terburuk yang pernah dia miliki? Dia salah satu dari sedikit pemain dengan pendapat ini. Saya benar-benar menyesal tentang ini dan saya merasa sedih dia mengatakan ini. Memphis harus berurusan dengan itu juga di Manchester, dan sekarang kami saling berciuman di mulut,” kata Van Gaal dikutip Football Newz.

“Ciuman di mulut itu, dia [Memphis] tidak menginginkannya, tapi ini tidak apa-apa,” tambahnya.

Di Maria pindah dari Real Madrid ke Man Utd pada 2014 dengan transfer 59,7 juta poundsterling. Ia dikontrak selama lima tahun dan dipercaya mengenakan jersey keramat nomor tujuh yang pernah dipakai para pemain top MU seperti George Best, Eric Cantona, dan David Beckham.

Sebelumnya, Di Maria tampil mengesankan di Piala Dunia 2014 bersama Argentina. Tak hanya itu, Di Maria juga menyandang Man of the Match final Liga Champions melawan Atletico Madrid.

Sayang, kariernya di Manchester hanya berlangsung seumur jagung. Di Maria hanya bertahan 11 bulan sebelum akhirnya dijual Van Gaal ke Paris Saint Germain.

Karier Di Maria di PSG justru mengilap hingga musim lalu memutuskan pindah ke Juventus dengan status bebas transfer.

Kini, Di Maria bersama timnas Argentina akan menghadapi tantangan serius melawan Belanda yang ditangani Van Gaal di babak delapan besar Piala Dunia 2022. Di Maria diyakini memiliki ambisi berlipat ganda untuk menghadapi pelatih yang sempat menghancurkan kariernya di Old Trafford.

[Gambas:Video CNN]

(mts/jal)









Sumber: www.cnnindonesia.com