Sudjarno Bantah Tekan Eks Kapolres Malang

Direktur Operasional PT LIB Irjen (Purn) Sudjarno membantah pernah menekan Ferli Hidayat soal jadwal Arema FC vs Persebaya Surabaya.
Jakarta, CNN Indonesia

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Irjen (Purn) Sudjarno membantah pernah menekan Ferli Hidayat soal jadwal Arema FC vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober lalu.

Sudjarno menyebut pertemuan dengan Ferli yang saat itu masih menjabat Kapolres Malang, hanya sekadar silaturahmi. Komunikasi yang dijalin juga lewat ponsel tidak ada unsur penekanan bahkan diselingi dengan guyon.

Sudjarno mengaku telah menyampaikan kronologi telepon dengan Ferli saat dimintai keterangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Rabu (19/20).

“Dijelaskan secara lengkap bahwa kami hadir silaturahmi kemudian juga bagaimana saya nelpon terkait dengan bahkan saya bercanda dengan Pak Kapolres pada saat itu,” kata Sudjarno usai dimintai keterangan Komnas HAM.

Sudjarno mengaku pada kesempatan itu dia menyampaikan kepada Ferli bahwa pihaknya menyerahkan jadwal pada kepolisian.

“Katakanlah semua kami serahkan pada Pak Kapolres mudah-mudahan ada keputusan yang terbaik itu. Intinya yang kami jelaskan,” ucapnya.

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan mengungkap peran seorang pensiunan jenderal dalam mengatur jadwal pertandingan Arema vs Persebaya Surabaya.

Dalam dokumen TGIPF, ada catatan mengenai kesaksian Komnas HAM. Komnas menyebut ada tekanan-tekanan dari seorang pensiunan jenderal ke Kapolres Malang.

“Dir. Ops PT. LIB Irjen. Pol. Sudjarno melakukan tindakan- tindakan yang menekan Kapolres Malang agar pertandingan Arema vs Persebaya tetap dilakukan malam hari,” dikutip dari dokumen hasil temuan TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Kesaksian Komnas HAM itu mirip dengan kesaksian Polres Malang pada dokumen itu. Polres Malang telah melayangkan surat resmi untuk meminta jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dimajukan.

Surat itu dilayangkan pada 13 September. Enam hari setelahnya, PT LIB meminta panitia pelaksana Arema FC untuk berkomunikasi dengan kepolisian agar pertandingan tetap digelar malam hari.


“Pada Tanggal 19-20 September 2022, Kapolres Malang mengadakan komunikasi via telepon dengan Dir Ops PT LIB Irjen Purn Sujarno yang mengatakan laga tetap harus dilaksanakan pada malam hari karena tidak dicapai titik temu terkait kesepakatan antar broadcast [Indosiar] dengan PT LIB,” tulis TGIPF.

Usai pertandingan itu, aparat menyemprotkan gas air mata yang berujung berjatuhan korban jiwa. Hingga saat ini tercatat 133 orang meninggal dunia dan lebih dari 400 orang luka-luka.

[Gambas:Video CNN]

(yla/jun)




Sumber: www.cnnindonesia.com