Reaksi Netizen Usai PSSI Mempercepat KLB

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan belum bisa memastikan kapan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 akan bergulir kembali setelah terhenti karena Tragedi Kanjuruhan.
Jakarta, CNN Indonesia

Keputusan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang menyatakan bakal mempercepat Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI menuai reaksi netizen.

“Exco PSSI memutuskan mempercepat Kongres Luar Biasa pemilihan dengan memperhatikan surat yang dikirim oleh dua anggotanya [Persis Solo dan Persebaya Surabaya], dikarenakan Exco PSSI tidak ingin terjadi perpecahan di antara para anggotanya dan karena Exco PSSI adalah mandataris yang dipilih oleh delegasi [voters] yang mewakili anggota PSSI,” ucap Iriawan dalam rilis PSSI, Jumat (28/10).

Iwan Bule, sapaan akrab Iriawan, menyampaikan pihaknya berencana mempercepat KLB usai 12 Anggota Komite Eksekutif (Exco) menggelar rapat darurat pada Jumat (28/10) malam.

Exco PSSI memutuskan mempercepat menggelar KLB Pemilihan demi kompetisi seperti Liga 1 cepat bergulir. Ini dilakukan usai memerhatikan surat resmi yang dikirim dua anggota PSSI yakni Persis Solo dan Persebaya Surabaya.

Sikap PSSI pun mengundang reaksi dari warganet atau netizen. Beragam komentar disampaikan untuk PSSI yang akhirnya mengambil langkah taktis usai Tragedi Kanjuruhan.

“Mantap, semoga ini jalan terbaik demi sepak bola Indonesia dan bergulirnya kompetisi kembali,” kata salah satu netizen.

[Gambas:Video CNN]

Terdapat pula netizen yang menyoroti sosok bos Persis Solo, Kaesang Pangarep yang merupakan anak Presiden RI Joko Widodo.

Sikap PSSI disebut sebagai bentuk keseganan terhadap Jokowi yang sempat bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

“Kalau gak dikasih surat mana mungkin mau KLB. Yang ngasih surat anak nomor satu di Indonesia,” ujar salah satu warganet.


Di satu sisi, ada harapan netizen yang ingin KLB PSSI memasukkan perubahan statuta sebagai bagian dari agenda Kongres. Topik rangkap jabatan menjadi sorotan warganet tersebut.

“Bubarkan Asprov dan pemilik klub yang merangkap pengurus PSSI. Voters kalau mau perubahan harus pilih yang berkompeten, jangan cuma teriak-teriak minta KLB tapi ujung-ujungnya minta ‘kursi’ di PSSI,” ucap salah satu netizen.

(ikh/rhr)





Sumber: www.cnnindonesia.com