Percepatan KLB PSSI Bukan Soal Kaesang Anak Jokowi

Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep terus mendorong PSSI untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) buntut Tragedi Kanjuruhan.
Jakarta, CNN Indonesia

Pengamat sepak bola nasional M Kusnaeni berpendapat percepatan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI bukan disebabkan oleh surat klub Persis Solo yang salah satu pemiliknya adalah anak Presiden RI Joko Widodo Kaesang Pangarep

Persis telah mengirim surat resmi kepada PSSI, pada Selasa (25/10), agar segera menggelar KLB. Sebelumnya Kaesang dan CEO Persebaya Surabaya bertemu dan membicarakan soal KLB PSSI, RUPS Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru dan kejelasan soal Liga 1.

PSSI lantas mengumumkan akan mempercepat KLB untuk membahas dinamika sepak bola di Indonesia. Sikap PSSI diumumkan pada Sabtu (29/10) usai menggelar rapat pada Jumat (28/10).

Menurut Kusnaeni, memang ada kesan sikap PSSI didasari oleh status Kaesang sebagai anak presiden. Namun menurutnya, PSSI punya alasan lain untuk menggelar KLB.

“Secara psikologis memang [status Kaesang] itu ada pengaruhnya, tapi yang dibaca oleh PSSI bukan itu. Yang dibaca PSSI itu gelombang penolakan yang semakin besar terhadap kepengurusan,” kata Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com.

Kusnaeni berpendapat, tingkat kepercayaan publik terhadap PSSI yang terus tergerus membuat badan sepak bola Indonesia itu mengambil langkah taktis. Sebab KLB dianggap sebagai salah satu yang menjadi tuntutan publik.

“Itu bisa dilihat dari konten media sosial dan media massa, itu nadanya cenderung negatif terhadap PSSI. Memang ada pengaruhnya ada faktor nama besar di belakang dua klub itu yang berinisiatif melakukan permohonan [KLB],” ujar Kusnaeni.

“Tapi bukan itu yang dimaknai oleh PSSI, yang dimaknai oleh PSSI dan Exco adalah di luar dua suara klub itu, publik memang pandangannya sudah negatif,” katanya melanjutkan.


Menurutnya, cepat atau lambat PSSI memang perlu mengambil sikap usai tekanan publik semakin membesar buntut Tragedi Kanjuruhan. KLB dapat menjadi salah satu cara mengembalikan kepercayaan terhadap PSSI.

“Ini bom waktu yang semakin lama bakal semakin besar, jadi PSSI tidak bisa menghindar. Daripada belakangan ‘digulingkan’, PSSI sadar ini sudah saatnya berbicara dengan semua voters,” ucap Kusnaeni.

[Gambas:Video CNN]

(ikh/nva)





Sumber: www.cnnindonesia.com