Liga 1 Vakum, Timnas Indonesia Diprediksi Kesulitan di Piala AFF 2022

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni meminta masyarakat tidak berekspektasi tinggi kepada Timnas Indonesia yang akan tampil di Piala AFF 2022.

Jakarta, CNN Indonesia

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni meminta masyarakat tidak berekspektasi tinggi kepada Timnas Indonesia yang akan tampil di Piala AFF 2022.

Ini karena kompetisi sepak bola Indonesia sedang tidak bergulir. Saat ini Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 sedang dihentikan sementara menyusul Tragedi Kanjuruhan. Hingga kini belum diketahui kapan kompetisi berlanjut.

Menurut Kusnaeni situasi ini akan merugikan Timnas Indonesia. Kendati demikian ini dianggap sebagai risiko yang harus dipikul, sebab sepak bola Indonesia sedang menjalani pembenahan mendasar yang cukup banyak.

“Tak ada kompetisi tentu merugikan. Bagaimanapun lewat kompetisi kemampuan pemain terasah. Dengan tidak adanya kompetisi pasti akan mengurangi naluri bermain, fokus juga, fisik terutama pasti akan berkurang,” kata Kusnaeni.

“Ini risiko dari apa yang sedang dilakukan, memperbaiki secara mendasar sepak bola Indonesia. Memang harus ada harga yang dibayar. Tidak bisa kita mau dapat semuanya. Kita mau memperbaiki, tetapi memaksakan kompetisi digelar, nanti tidak maksimal,” ujarnya.

Karenanya lelaki yang biasa disapa Bung Kus itu meminta suporter tidak berekspektasi tinggi terhadap Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Memberi dukungan tak kendur, akan tetapi jangan terlalu berharap bisa meraih gelar untuk kali pertama.

“Menurut saya tahun ini fokus perbaikan, Piala AFF kita ikuti, tetapi tidak dengan ekspektasi yang berlebihan. Karena itu ada baiknya Shin Tae Yong mulai melakukan program persiapan yang fokus kepada pemain yang main di luar,” katanya.

“Bagi pemain lokal dilakukan pemusatan latihan berjangka panjang. Tidak bisa TC hanya seminggu. Misalnya TC sebulan setengah atau dua bulan. Mau tidak mau karena situasinya berbeda dengan kondisi normal,” ujar Kusnaeni mengusulkan.

Pemusatan latihan dengan durasi panjang dianggap Kusnaeni sebagai jalan keluar terbaik karena peta sepak bola ASEAN sudah merata. Menurutnya tim yang lebih siap dan punya persiapan lebih baik berkesempatan menang.

“Level sepak bola ASEAN ini sudah hampir sama. Semuanya bisa saling mengalahkan. Kalau kita tidak siap, tidak menutup kemungkinan Laos bisa mengalahkan Indonesia, Kamboja juga kemungkinan mengalahkan kita,” ujar Bung Kus.

“Persiapan dan kesiapan akan menjadi kunci untuk terus melangkah di AFF nanti. Solusinya ya TC dengan durasi lebih panjang. Itu untuk pemain lokal. Untuk mereka yang di luar yang tergantung seberapa lama waktu yang diberikan klub,” sambungnya.

[Gambas:Video CNN]

(har)






Sumber: www.cnnindonesia.com