Legenda Liverpool Salahkan Ten Hag dan MU Soal Ronaldo

Legenda Liverpool, Graeme Souness menilai Manchester United dan Erik Ten Hag melakukan kesalahan sejak awal saat bermasalah dengan Cristiano Ronaldo.
Jakarta, CNN Indonesia

Legenda Liverpool, Graeme Souness menilai Manchester United dan Erik Ten Hag melakukan kesalahan sejak awal saat bermasalah dengan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo dalam suasana hati yang tidak bagus seiring keputusan Ten Hag yang jarang memainkannya di lapangan. Kekecewaan Ronaldo yang tak mau main di laga lawan Tottenham Hotspur kemudian malah berbuah hukuman dicoret dari skuad oleh Ten Hag.

“Saya rasa ini adalah masalah yang dibuat sendiri oleh Manchester United. Mereka seperti menembak kaki mereka sendiri.”

“Sungguh sebuah keputusan yang buruk untuk mempertahankan pemain [Ronaldo] yang sejak awal diketahui oleh Ten Hag tidak akan banyak digunakan olehnya. Dia pasti berkata sesuatu untuk membuat Ronaldo bertahan dan kalian tidak bisa mengabaikan hal itu,” ucap Souness seperti dikutip dari talksport.

Menurut Souness, masalah Ten Hag dengan Ronaldo terjadi sejak awal musim. Ketika Ten Hag meminta Ronaldo bertahan, sudah sepatutnya CR7 meminta lebih banyak menit bermain.

“Kembali ke awal musim, sebelum musim dimulai Ronaldo menyatakan ingin pergi. Jadi saya memperkirakan pelatih duduk di depannya dan berkata padanya,’Jangan pergi, saya ingin kamu tetap di sini’.”

“Saya jamin kalimat berikutnya yang keluar dari mulut Ronaldo adalah: ‘Saya ingin bermain,itulah alasan saya ingin pergi. Saya tidak cukup mendapat banyak menit bermain’. Kemudian respons sang pelatih adalah sesuatu yang akhirnya membuat Ronaldo bertahan,” kata Souness.

Souness juga melihat Ronaldo diperlakukan tidak adil oleh Ten Hag. CR7 tidak dipercaya turun untuk laga-laga besar.


“Kini mari lihat laga lawan Man City ketika mereka tertinggal 3-6. Pelatih ditanya kenapa tidak menurunkan Ronaldo [saat tertinggal] dan dia berkata hal itu bakal tidak menghormati Ronaldo.”

“Beberapa pekan kemudian, dia ingin menurunkan Ronaldo selama dua menit dalam laga ketika mereka sudah unggul, hanya untuk menghabiskan waktu?” tutur Souness.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/jun)

[Gambas:Video CNN]




Sumber: www.cnnindonesia.com