Alasan Naturalisasi Jenner dan Hubner Beda dengan Baggott

Proses naturalisasi Ivar Jenner dan Justin Hubner berbeda dengan Elkan Baggott ketika membela Timnas Indonesia.

Jakarta, CNN Indonesia

Utusan PSSI Hamdan Hamedan mengatakan proses naturalisasi Ivar Jenner dan Justin Hubner berbeda dengan Elkan Baggott ketika membela Timnas Indonesia.

Baggott mendapat kewarganegaraan Indonesia tanpa melalui proses pengajuan dokumen ke Kemenkumham, lantas diserahkan ke presiden untuk kemudian dibahas Dewan Perwakilan Rakyat, sebelum akhirnya menjalani sumpah.

Pemain Ipswich Town FC yang sedang dipinjamkan ke Gillingham FC itu langsung mendapat kartu tanda penduduk (KTP). Baggott tak masuk dalam kategori pemain naturalisasi karena pernah tercatat di kependudukan Indonesia sedangkan Jenner dan Hubner tidak terdaftar.

“Mereka [Justin Hubner dan Ivar Jenner] tidak seperti Elkan Baggott. Kita harus mengambil naturalisasi [untuk Hubnerdan Jenner], seperti Jordi Amat dan Sandy Walsh. Harus dipahami naturalisasi Justin dan Ivar baru dimulai sekarang saat di Indonesia,” kata Hamdan, Senin (24/10).

“Naturalisasi itu tidak dilakukan di luar negeri. Seperti tes fisik lengkap, wawancara dengan BIN dilakukan di Indonesia. Ini karena ada Undang-undang nomor 12 tahun 2006,” kata Hamdan.

Dalam undang-undang tersebut, sebagaimana dijelaskan Hamdan, pemain kelahiran 2006 ke atas bisa memiliki dwi kewarganegaraan asal didaftarkan. Terkait Baggott yang kelahiran 2002, tak dinaturalisasi karena statusnya terdaftar.

Hamdan juga menjelaskan bahwa enner dan Hubner bukan dua pemain terakhir yang akan dinaturalisasi PSSI. Masih ada dua pemain plus satu yang saat ini sedang dalam proses untuk diurus proses naturalisasinya.

Tiga pemain tersebut merupakan bagian dari 14 pemain yang diajukan Shin Tae Yong. Nama-nama 14 pemain itu diajukan Shin kepada PSSI untuk dilihat secara langsung kualitasnya dan dipertimbangkan bakatnya.

“Dari empat pemain yang diminati itu, sebenarnya ada satu lagi yang masuk daftar waiting list. Jadi ada empat plus satu, karena pemain ini dilihat ada potensi. Ini murni wewenang coach Shin ya,” kata Hamdan.

Untuk semua pemain yang akan dinaturalisasi, Hamdan memastikan dokumennya tak akan bermasalah. Dalam proses pendekatan ke pemain dan keluarga, seluruh dokumen yang dibutuhkan telah diverifikasi kebenarannya.

“Sejauh ini datanya ada. Kan datanya itu ada paspor. Kalau di paspor kan jelas tertera kakeknya lahir di mana, kemudian dari pihak ibunya. Kita lihat dari paspor yang diberikan itu memang lahir di Indonesia,” ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal)





Sumber: www.cnnindonesia.com